by

Sistem Pembelajaran Tatap Muka Di SMAN 3 Kota Bengkulu Berjalan Kondusif

Berandang.com- Sistem Pembelajaran Tatap Muka Hari Ke-3 Di SMA Negeri 3 Kota Bengkulu pada Rabu (17/02) Berjalan Dengan Kondusif

Sistem pembelajaran tatap muka di berbagai sekolah di Provinsi Bengkulu telah diterapkan sesuai arahan pemerintah provinsi. Arahan pemerintah untuk menerapkan sistem tatap muka tersebut diterima dan ditanggapi dengan baik oleh Pihak sekolah, para guru dan juga orang tua siswa. Di SMAN 3 Kota Bengkulu sendiri, sejak senin 15 februari 2021 hingga hari ke-3 diterapkannya, sistem pembelajaran tatap muka tersebut berjalan kondusif dan tanpa kendala apapun sebagaimana yang diharapkan.

“Alhamdulillah untuk di SMA Negeri 3 sendiri, yang setuju arahan pemerintah untuk sistem pembelajaran tatap muka ini lebih dari 90 persen, dari arahan tersebut kami bikin rancangan pembelajaran. Dan alhamdulillah juga selama tiga hari ini tidak ada kendala.” Ujar wakil kepala sekolah SMAN 3.

Wakil kepala sekolah mengungkapkan bahwa selama pembelajaran sistem tatap muka tersebut, protokol kesehatan selalu diterapkan sebagaimana mestinya untuk mencegah penyebaran covid-19 yang ada. Hal tersebut juga dilakukan untuk menjaga proses pembelajaran agar berjalan efisien dan lancar sebagaimana yang diharapkan.

“Kami juga sudah menerapkan protokol kesehatan, mulai dari seluruh siswa itu memakai masker, kami menyiapkan tempat cuci tangan, handsanitizer, dan juga dengan menjaga jarak. Sehingga terpenuhi untuk protokol kesehatannya. Mulai dari pagi anak masuk kami juga mengukur suhu tubuhnya.” Ujar wakil kepala sekolah SMAN 3.

Untuk menghindari kerumunan siswa yang menjadi faktor timbulnya penyebaran Covid-19, pihak sekolah SMA Negeri 3 tersebut juga menerapkan arahan pemerintah untuk meniadakan waktu Istirahat bagai para siswa. Sehingga kesehatan tetap terjaga dan pembelajaran berjalan lancar sebagaimana mestinya. Selain itu, pihak sekolah juga membagikan para siswa menjadi 50 persen, dengan sebagian siswa tatap muka dan sebagian lagi secara daring, dengan jumlah siswa juga yang terbagi.

“Tidak ada boleh ada jam istirahat, sehingga mahasiswa itu ada di sekolah ini maksimal hanya empat jam. Jadi kita masuk jam 07.15 dan pulang pukul 11.15. Kami juga sistemnya menggunakan sistem gabungan antara tatap muka dan daring, dengan pembagian siswa menjadi 50 persen” Ujar wakil kepala sekolah SMAN 3.

Sistem pembelajaran tatap muka ini juga ditanggapi dengan baik oleh para siswa SMAN 3 tersebut. Salah seorang siswa mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran tatap muka tersebut jauh lebih baik daripada sistem daring. Dan hingga hari ke-3 diterapkannya sistem pembelajaran, ia merasakan bahwa tidak ada kendala dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

“hingga saat ini sistem pembelajaran berjalan kondisif dan tidak ada kendala yang terjadi. Orang tua justru mendukung sekali sistem pembelajaran tatap muka ini. Saya berharap sistem tatap muka ini tetap terus berlanjut.” Ujar Fadli.  *(DC/RT/F)

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed