terangbenderang

Dedy Wahyudi: Kepala Sekolah Tidak Boleh Melarang Vaksin MR

Admin
17 October 2018

Berandang-Bengkulu. Penyakit Measles dan Rubella biasa masyarakat menyebutnya MR  sudah mulai meresahkan dikalangan anak-anak/pelajar usia 9-15 tahun menginjak remaja khususnya di Kota Bengkulu. Pemerintah Kota (Pemkot) menargetkan dampak  MR vaksinasinya mencapai 95% kendati demikian pencegahan masih sangat rendah hanya 52,7% saja. Hal ini pula yang mendasari Pemkot bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota untuk memberikan vaksinisasi di setiap sekolah, kali ini, SMPN 7 menjadi pilihan utama.

Untuk diketahui, penyakit MR sudah mulai merajalela di pulau jawa bahkan wilayah sumatera pun hampir mendekati hal yang sama. Maka dari itu, pencegahan awal usia rentan terkena penyakit MR harus cepat di tanggapi oleh pemerintah.

Wakil wali Kota (Wawako) Bengkulu, Dedy Wahyudi langsung menghadiri dan melihat langsung siswa SPMN 7 di vaksinisasi (suntik) oleh tim dinas kesehatan. Ia juga menyampaikan secara tegas bila ada pihak sekolah SD/MI, SMP/MTS melarang siswanya tidak di perbolehkan suntik MR harap melaporkan hal tersebut kepada dirinya atapun walikota.

“Mohon di lacak kemarin ada salah satu warga melaporkan pada kami ada salah satu kepala sekolah yang tidak mau anak muridnya di vaksin MR. Kalau masih ranah sekolah dan naungan Pemkot itu wajib bagi seluruh sekolah dan di catat juga, kalau sudah di luar ranah kami pihak orang tua tidak mau ya silahkan. Tetap tetap pada intinya pihak sekolah tidak boleh melarang vaksin tersebut,” tegasnya Dedy Wahyudi memberikan sambutan dihadapan tamu undangan, Rabu (17/10).

Lanjut dikatakan Dedy, usai menghadiri vaksinisasi RM berdasarkan hasil dari dinas kesehatan kota bahwa target pemerintah untuk 95% masih sangat minim, jauh dari harapan kita. Ayo bersama mensukseskan program vaksin MR, ini merupakan imunisasi pencegahan dampak MR jangan sampai generasi bangsa pada usia produktif mereka terserang penyakit mematikan tersebut.

“Seluruh jajaran kita telah berkomitmen untuk mencegah penyakit MR sampai keakar-akarnya. Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah resmi menghalalkan imunisasi vaksin MR jangan sampai sudah tertular baru di vaksin,” tutupnya.

Acara tersebut dihadiri, Wakil wali Kota, Dedy Wahyudi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota serta tami undangan yang hadir di lingkungan pemkot. (Ahm)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *