oleh

Nopian Gustari; Ketidakharmonisan Serta Perbedaan Perlakuan Orangtua dan Mertua Faktor Keretakan Rumah Tangga

-BIROKRASI, News-3.010 views

Berandang.com- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkulu Utara, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I.,M.Pd.I mengatakan, keretakan rumah tangga banyak terjadi akibat pasangan suami istri memperlakukan perbedaan kasih sayang, serta perhatian antara orangtua dan mertua.

Hal ini disampaikannya saat memberikan Bimbingan Perkawinan dihadapan belasan pasang calon pengantin di Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Ketahun. Rabu (13/09/2023).

Diceritakan Kepala Kemenag Nopian, hal ini berdasarkan pengamatan dan temuannya semasa bertugas sebagai Kepala KUA di kabupaten Seluma, hingga menjadi Kepala Kemenag di Rejang Lebong, Kepahiang dan Bengkulu Utara.

Penulis Buku “Harmoni Dalam Keberagaman” (Perspektif Pendidikan Islam Kultural) ini mencontohkan, “nanti jika kalian sudah berumah tangga, lalu ada orang tua atau mertua berkunjung, jangan pernah membedakan penyambutan, pelayanan, perlakuan ataupun tingkah laku.” Terang Nopian.

Lebih lanjut dikatakan Nopian, “Sekali saja kamu melakukan kebohongan, ataupun memperlakukan sikap tidak sama antara orang tua dan mertua, maka lama-lama akan menjadi bibit-bibit pertengkaran dan bisa berujung dengan perceraian”. Tambahnya.

“Perlakukanlah mereka dengan adil. Saling terbuka antara suami istri, saling menerima kekurangan, dan tidak mengungkit-ungkit masalalu.” Tambah lulusan Program Doktor Pendidikan Agama Islam UIN Fatmawati Bengkulu.

Tak sebatas itu, Kepala Kemenag Nopian diakhir sesinya memberikan buku “Fondasi Keluarga Sakinah” sebagai bekal panduan berumah tangga kepada para pasangan calon pengantin. Selain itu, para pasangan calon pengantin juga diberikan sertifikat penghargaan bukti telah mengikuti bimbingan perkawinan.

Kegiatan bimbingan calon pengantin ini turut menghadirkan narasumber dari Kasi Binmas Islam Kemenag Bengkulu Utara, Hamid Muhakkam, M.HI, kepala Puskesmas Ketahun, Nyi Ayu Nova Susilawati, Sst dan Koordinator Lapangan Penyuluh KB kecamatan Ketahun, Khalifair, SH.

Nova, sapaan akrab kepala Puskes ini bercerita banyak tentang pentingnya memeriksa kesehatan calon pengantin.

“Calon pengantin harus memeriksakan kesehatan. Lingkar lengan yang kecil, berat badan yang kurang ideal, berpotensi buruk terhadap proses persalinan. Namun jika segera diperiksa, maka dapat diantisipasi. Agar calon generasi penerus dapat lahir dengan baik” terang Nova.

Narasumber Bimbingan Perkawinan saat mengikuti nyanyi lagu Indonesia Raya

Selain itu, Khalifair, selaku coordinator penyuluh KB kecamatan Ketahun turut menyampaikan, agar calon pengantin dapat mengenali penyebab stunting, pertumbuhan gizi anak dan lainnya.

“Stunting dapat berakibat keterbelakangan mental pada anak, rendahnya kemampuan belajar, dan resiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. “ terang Khalifair.

Khalifair berpesan, dengan sosialisasi penyuluhan ini, maka para pasangan calon pengantin dapat mengantisipasi hal-hal buruk yang kemungkinan akan terjadi.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ketahun, Muhamad, S.Ag MH, mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan bimbingan calon pengantin yang menghadirkan peserta dari calon pengantin di Kecamatan Ketahun dan Pinang Raya.

“Alhamdulilah kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran bapak Kepala Kemenag dan Kasi Binmas, kepala Puskesmas dan Koordinator Lapangan Penyuluh KB ketahun. Semoga sinergi ini terus berjalan dengan baik” pungkas Kepala KUA. Demikian. *(ET)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *