oleh

Dewan Provinsi Minta Kekurangan Vaksin Segera Diatasi

-News-380 views

Berandang.com- Bengkulu. Habisnya stok vaksin sinovac di Gudang obat dan vaksin milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, membuat vaksinasi kedua masyarakat melebih jadwal 14 hari.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler SIP MAP menegaskan, habisnya stok vaksin sinovac ini harus cepat diatasi. Karena jangan sampai membuat masyarakat menjadi cemas, atas habisnya vaksin untuk mendapatkan penyuntikan vaksin kedua.

“Ini persoalan besar, kalau tidak cepat diatasi pemprov. Jangan sampai membuat masyarakat kita cemas,” tegas Dempo, kemarin (26/7).

Ditegaskannya, pemerintah selama ini gencar untuk sosialisasi mengajak masyarakat melakukan vaksinasi. Namun setelah antusias masyarakat untuk vaksinasi, justru vaksin itu habis untuk penyuntikan kedua. Jika hal ini tidak cepat diatasi, maka kepercayaan masyarakat untuk vaksinasi akan menjadi turun.

“Jangan mengurangi kepercayaan masyarakat dengan pemerintah,” tambahnya.

Persoalan habisnya vaksin itu, bukan hanya soal kuota vaksin yang didapatkan oleh Provinsi Bengkulu. Namun menurut Dempo, menagemen SDM-nya yang harus dipertanyakan kinerjanya. Harusnya, Dinkes sebagai pendistribusi vaksin, menghitung jumlah vaksin dan membagikannya sesuai jatah 1 orang untuk mendapatkan 2 kali penyuntikan vaksin.

“Harusnya itu dihitung. Berapa jumlah vaksin dan sasaran masyarakat yang divaksin. Kalau memang tidak cukup, ya harusnya dibatasi jumlah yang divaksin. Sesuaikan saja, dengan stok vaksin yang ada,” tutur Dempo.

Solusi saat ini, menurut Dempo, pemprov harus segara meminta ke pemerintah pusat, untuk meminta vaksin didistribusikan ke Bengkulu. Namun demikian, pihak Dinkes, bisa memastikan vaksin yang didistribusikan itu, vaksin dengan merek yang sama yaitu vaksin sinovac. Karena, vaksin yang disuntikan ke masyarakat itu, harus sama merek antara vaksin pertama dan kedua.

“Pastikan vaksin itu sama merek dan sesuai dengan peruntukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni SKM MKes mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi ke pemerintah pusat, untuk mendapatkan vaksin sinovac. Hanya saja, di pusat juga terkendala atas terbatasnya vaksin untuk daerah.

“Kita sudah minta ke pusat, tapi pusat juga terkendala, atas terbatasnya vaksin. Sekarang pemerintah pusat, sedang fokus untuk vaksinsi di jawa dan bali,” terang Herwan.

Kekurangan vaksin itu, menurut Herwan tidak hanya terjadi di Bengkulu. Namun juga terjadi di daerah-daerah luar Bengkulu. Walapun kondisi saat ini, antusias masyarakat untuk vaksinasi itu tinggi.

“Antusias masyarakat memang sangat tinggi. Ketika kita buka untuk vaksinasi, vaksin itu langsung habis,” tuturnya.

Untuk jadwal vaksinasi massal kedua yang telah lewat waktu, bagi Herwan hal tersebut tidak menjadi persoalan. Sebab, jika telat beberap hari, vaksin dosis pertama akan terus terbentuk dengan baik ditubuh. Namun jika kurang dari 14 hari, hal tersebutlah yang tidak dibolehkan mendapat vaksinasi kedua.

“Kalau terlambat tidak menjadi persoalan, sambil menunggu vaksin datang,” ungkap Herwan.

Vaksin yang akan datang dalam beberapa hari ini, dijelaskan Herwan ialah vaksin merek astrazeneca. Setidaknya ada sekitar 200 vial vaksin yang akan didistribusikan ke Provinsi Bengkulu. “Kalau sinovac, kita masih menuggu,” pungkas Herwan. *(ET)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed