oleh

Dilokasi TMMD, Satgas Bojonegoro Bersama Pemdes Operasi PPKM Berbasis Mikro

BOJONEGORO – Selain Mendirikan Pos untuk pemantauan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro di Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, juga melaksanakan kegiatan PPKM berbasis Mikro di sekitar Posko PPKM bekerjasama dengan Satgas TMMD ke 110 Kodim 0813/Bojonegoro.

PPKM Mikro diwilayah Desa Ngrancang ini sebagai upaya untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid -19 sesuai dengan kebijakan baru yang telah dicanangkan oleh Pemerintah RI. Selain itu, dengan kegiatan hari ini yaitu pembagian masker dan juga himbauan kepada masyarakat.

Kades Ngrancang, Sudadi, mengatakan akan memperkuat Kampung Tangguh yang ada di desanya untuk menekan serta mencegah masyarakat terpapar dari covid-19.

“Dalam penerapannya, PPKM Mikro membatasi kapasitas kegiatan aktivitas, rumah makan, dan tempat ibadah hingga 50%. Untuk kegiatan sekolah dilakukan secara online. Lalu wilayah Desa atau Kelurahan wajib mendirikan posko yang terdiri dari beberapa unsur masyarakat,” ujarnya.

Penerapan PPKM Mikro juga menerapkan kebijakan zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT: zona hijau tidak ada kasus positif, zona kuning apabila ada 1-5 rumah yang terdapat kasus positif, zona oranye apabila ada 6-10 rumah yang terdapat kasus positif, dan zona merah bila lebih dari 10 rumah yang terdapat kasus positif.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke 110, Lettu Ckm Suroto, bersama Komandan SST atau Danton lainnya juga turut hadir dan ikut dalam kegaitan PPKM mikro yaitu membagikan masker kepada masyarakat yang melintas diwilayah Desa Ngrancang.

“Kegiatan ini kita lakukan bersama sama guna mencegah sebaran covid 19 yang saat ini masih ada di masyarakat. Dengan kegiatan PPKM Mikro, masyarakat bisa sadar dan juga peduli dengan menjalankan protokol kesehatan,” Jelas Lettu CKM Suroto.

Dalam Upaya penerapan PPKM Mikro di Desa Ngrancang ini di Posko juga mememiliki dapur umum, ada lahan kosong yang ditanami cabe, terong dan pohon matoa yang bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar, ini juga merupakan ketahanan pangan.

Bahkan juga warga melakukan ternak bebek guna menambah kebutuhan ketahanan pangan bagi warga di Desa Ngrancang, serta juga memiliki bangunan baru berupa Pos PPKM Skala Mikro yang merupakan sarana tempat menyelesaikan problem solving juga sebagai sumber informasi.

“Desa Ngrancang ini patut diapresiasi karena mempunyai inovasi. Dengan adanya inovasi yang dilakukan Pemdes Ngrancang agar bisa menjadi contoh masyarakat Lainnya,” pungkas Lettu Ckm Suroto. (Pendim 0813)

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed