terangbenderang

Ramadhan Bulan Pembelajaran dan Hikmah

Admin
14 May 2019

Marhaban ya ramadhan…

Tak terasa sudah sepekan berlalu kita menunaikan ibadah puasa ramadhan 1440 hijriah. Tentu ungkapan rasa syukur tak terhingga kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunianya, hingga detik ini kita masih diberikan nikmat iman, ikhsan dan islam untuk bersama-sama menunaikan ibadah puasa tanpa adanya halangan suatu apapun. Ramadhan merupakan bulan suci, bulan penuh rahmat, berkah dan hidayah serta hikmah. Seluruh umat islam diseluruh penjuru negeri, berduyun-duyun menebar kebaikan kepada sesama. Saling mengayomi, mengasihi dan berbagi, menciptakan suasana kebersamaan untuk meraih kesuksesan dan keberkahan dari Allah SWT.

Berbicara tentang ramadhan, tentu suatu hal yang dinantikan bagi seluruh umat islam. Dimana pada momentum inilah, seluruh umat islam, dari yang kaya hingga yang miskin, dari masyarakat kota hingga pelosok desa, berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan mengharapkan ampunan kepada sang pencipta Allah SWT. Ramadhan merupakan bulan pembelajaran, kenapa demikian? Ya karena pada bulan inilah kita belajar, belajar untuk ikhlas walaupun tak rela, belajar untuk bersyukur walaupun tak punya apa-apa, belajar bangkit walapun lemah, belajar tenang walaupun hati masih gelisah, belajar menata hidup kembali, walaupun luka masih belum pulih.

Ramadhan sebagai pembelajaran, belajar memperbaiki diri, manajemen waktu ibadah, belajar berbagi dengan penuh keikhlasan, belajar beramal, memperdalam ilmu keagamaan, memperbaiki bacaan qur’an, memperkuat keistiqomahan dalam ibadah, sedekah dan berbuat kebaikan. Bulan ramadhan bukanlah bulan yang mencekam apalagi menyusahkan. Justru momentum bulan ramadhan inilah bulan diberikan kemudahan bagi seluruh insan untuk menumpuk amalan kebaikan, untuk tabungan dihari kemudian (Akhirat).

Selain Ramadhan dikatakan sebagai bulan pembelajaran, ramadhan juga merupakan bulan untuk saling memaafkan satu sama lain. Ditengah kebisingan media dan kegaduhan actor politik sering menyulut kegaduhan, ditantang untuk meredam diri selama bulan suci ini. Ketidak nyamanan masyarakat dengan bisingnya dunia politik yang masih menghiasi media terkadang melalaikan kita akan indah dan berkahnya nuansa ramadhan. Kegaduhan perpolitikan di tengah uforia ramadhan masih terasa dan berkaitan antara kedua kubu, saling serang dan adu argument, bukan soal kampanye karena hal itu sudah usai. Kegaduhan yang terjadi soal perhitungan suara atau quick qount. Ada yang menanggapi biasa saja karena sudah ada yang mengatur yaitu KPU, disisi lain  ada yang tersulut emosi akan hasil perhitungan quick qount. Prilaku yang dipertontonkan kendati hanya karena pernyataan provokatif yang membuat kecemasan dan kekhawatiran diberbagai kalangan dan lapisan masyarakat.

Momentum Ramadhan mari kita sama-sama mempererat tali persaudaraan, kita ikat jalinan kekeluargaan meski beda pilihan. Berbicara beda pilihan kini sudah usai, apapun yang terjadi, siapapun yang terpilih, semua harus bisa sama-sama menguatkan, mengikhlaskan dan ambil hikmah dari semua peristiwa yang terjadi. Karena jika momentum ramadhan kita  masih saja berselisih, saling serang apalagi sampai bermusuhan yang berkepanjangan sungguh memilukan.

Mari kita jadikan bulan nan suci ini sebagai bulan yang penuh rahmat serta apunan dari Allah SWT. Jadikan pelajaran dan ambil hikmah dalam setiap peristiwa yang terjadi. Mari kita songsong bersama berkahnya Ramadan, untuk menebar kebaikan bukan kebencian, berbagi keberkahan bukan kebohongan, mempererat tali persaudaraan, bukan memperrenggang permusuhan. Bulan yang suci akan indah dan berkah bila kita isi dengan kegiatan yang bermanfaat, meningkatkan keimanan dan ketakwaan untuk menyongsong masa depan.

Waktu kian hari kian sempit, nafas pun kian menipis, hidup di dunia bukanlah selamanya. Akan ada masa dimana kita bertemu pada peristiwa kematian yang menimpa kita. Peristiwa yang akan datang pada waktunya pada siapa saja yang hidup di dunia ini. Mari sahabat, sebelum terlambat kita perbaiki hidup kita, kita percantik pribadi kita. Menjadi insan dambaan Allah SWT dengan meningkatkan iman dan takqwa. Ramadhan sebagai bulan pembelajaran agar hidup lebih baik, ramadhan sebagai bulan keikhlasan agar hidup lebih tenang, ramadhan sebagai hikmah agar kita mampu berserah dan berharap ampunan dari-Nya.

Semoga ramadhan tahun ini, kita sama-sama bisa memanfaatkan umur ibadah dengan sebai-baiknya. Menjadi insan yang lebih bertaqwa, menjalankan segala perintahnya menjauhi segala larangannya. Semoga kita bagian dari orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Opini : 

Siroy Kurniawan; Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *