terangbenderang

Menag Resmikan 4 Gedung Baru, IAIN Bengkulu Potensial ALih Status Menjadi UIN

Admin
3 August 2018

Berandang-Bengkulu. Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Lukman Hakim Saifuddin mendatangin Bumi Rafflesia dalam agenda kunjungan kerja, kali ini, IAIN Bengkulu menjadi tempat kunjungan kedua setelah menghadiri  Sapa Penyuluh dan Pembinaan ASN Launching Desa Kerukunan Umat Beragama, di aula Asrama Haji, Jumat pagi (3/8).

Pukul 14.00 WIB, Menteri Agama menghadiri Seminar Nasional Moderasi Islam di Indonesia, bertempat di gedung Aula Prof. Drs. K. H. Djamaan Nur. Bersama Kepala Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Bustasyar,  Rektor IAIN Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin M. M.Ag., MH menjadi pemateri dalam seminar tersebut.

Seminar Nasional ini, juga dihadiri Plt. Gubernur di wakilkan Asisten III Gotri Suyanto, Anggota Penyuluh Agama Islam Non PNS, serta seluruh jajaran di IAIN Bengkulu.

Rektor IAIN Bengkulu, selamat datang Menteri Agama RI di bumi rafllesia, ada  pepatah untuk Lukman Hakim Saifuddin “kentang bukan sekedar kentang, bukan datang hanya sekedar datang tapi untuk meresmikan gedung di IAIN Bengkulu”

“Untuk diketahui, sebanyak 12 ribu mahasiswa di sini, 32 program studi SI- S3. Sudah sekitar 5 tahun tepatnya tanggal 13 Maret jadi beralih status menjadi IAIN, semoga kedepan dimasa kepimpinan Menteri Agama RI juga dapat beralih status IAIN menjadi UIN, ” ujarnya Prof. Sirajuddin saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, memuji gedung aula milik IAIN Bengkulu tersebut, serta turut senang dapat bertemu seluruh akedemisi di IAIN, untuk diketahui, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia sebanyak 58 dan sebanyak 700 sisanya Perguruan Tinggi Swasta.

“Dalam konteks di Indonesia, hidup diera zaman globalisasi kecanggihan Teknologi informatika menghubungkan antar manapun saling terkoneksi dengan baik di seluruh dunian sehingga dapat memisahkan posisi keberadaan suatu umat,” ujarnya, Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan materi Seminar Nasional, Jumat (3/8).

Lanjut dikatakan Lukman, Agama sebagai urgen dan Islam menjadi faktor yang penting. Indonesia merupakan negara Islam terbesar di dunia dari kelompok golongan. Apalagi Indonesia negara demokrasi terbesar ke 3 didunia.

Menurutnya, Islam bisa hidup dengan penuh kedamaian  menjadi uswah teladan atau  contoh yang baik, keberadaan penguruan tinggi Islam menjadi acuan bagi perguruan tinggi negeri lain.

” Tema seminar nasional Moderasi beragama, karena agama hakikatnya moderat lawan dari kata ekstrim nilai terkandung di dalamnya tidak ekstrim, di tafsirkan oleh manusia sesuai dengan konteks serta moderasi beragama bagaimana cara kita beragama,  karena itu, agama hadir untuk mengangkat harkat dan martabat dengan cara kita mengajarkan dan mengamalkan. Sumbernya  dalam bentuk teks karena berpedoman pada Al-Quran dan Hadist untuk di amalkan,” jelasnya.

Ia juga berharap, kedepan IAIN Bengkulu harus ada ciri khas tersendiri dari perguruan tinggi Islam lain serta jangan ada paham radikal di setiap Perguruan Tinggi Islam di Indonesia.

“menjadi UIN itu tidak mudah, tapi apakah ada jaminan kalau Fakultas Islam akan meredup dengan Fakultas umum lainnya? Harus ada berbenah dan realistis dalam menjadi beralih status nanti,” harapnya.

Setelah selesai mengisi materi seminar nasional, Lukman Hakim Saifuddin  mendatangin 4 peresemian gedung terbaru IAIN Bengkulu secara resmi serta langsung di lihat oleh Rektor IAIN Sirajuddin, Asisten III Pemprov Gotri Suyanto dan Kemenag Provinsi Bustasar. 

(Adv/Ahm)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *