terangbenderang

Brenny Novriansyah, P.hD: Bagaimana Mekanisme Pembelajaran Dirumah

Admin
27 March 2020

Brenny Novriansyah, P.hD

(School education consultant & Curriculum Expert)

Berandang.com- Ketika menggunakan pembelajaran online maka ada banyak permasalahan yang timbul baik itu kendala kemampuan mengoperasikannya maupun kendala kuota dan jaringan internet yang kurang baik.

Di Indonesia jaringan internet terbaik hanya ada diwilayah perkotaan. Karena masih menggunakan pemancar tower bukan langsung dari satelit. Selain biaya internet juga mahal. Jaringannya juga kurang baik. Meskipun provider rata-rata sudah beralih ke 4G namun tetap saja kecepatannya rasa 2G kadang-kadang 3G.

Setidaknya dengan adanya #belajardirumah kita bisa tahu batas kemampuan kita dan anak-anak dalam mengoperasikan online meeting dll.

Perlu mekanisme pembelajaran dirumah yang diatur berdasarkan rumpun mata pelajaran dan rata-rata Kompetensi dasar yang ingin dicapai.

Misalnya:
1️⃣rumpun sains dan bahasa yang banyak prakteknya. Tentu online meeting akan kurang tepat digunakan. Karena akan menyita waktu. Namun jika pembelajaran dilakukan dengan merekam video atau tugas portofolio, maka akan lebih efektif. Untuk mata pelajaran yang banyak praktek.
2️⃣rumpun Agama yang meminta kompetensi Hapalan, maka cara video call adalah cara yang paling efektif untuk digunakan. Guru bisa tahsin dan tashhih qiraatnya secara langsung.
3️⃣rumpun ilmu sosial yang membutuhkan banyak membaca literatur dan diskusi. Lebih tepat menggunakan model pembelajaran project based learning berupa resensi buku. Guru hanya membagikan e-book apa saja yang wajib mereka baca. Untuk diskusi maka akan lebih efektif menggunakan online meeting. Yang mekanismenya dijadwalkan tidak tiap hari. Karena akan banyak memakan kuota internet. Yang tentunya membebani biaya pendidikan orang tua disaat krisis seperti sekarang ini.

Contoh saja, untuk mendapatkan kuota internet 15GB selama 30hari, siswa harus merogoh kocek hingga 105 ribu rupiah. Dibanding, dengan negara India yang penulis sendiri pernah menetap lama disana. Biaya internet 3G sebesar 40 ribu rupiah pelanggan mendapatkan kuota 1,5 GB perhari + gratis sms + gratis nelpon selama 28 hari. Meski hanya 3G, kualitas jaringannya 3x lipat dari 4G di Indonesia.

Disaat kondisi darurat dan krisis seperti ini, saya kira pemerintah perlu memperkuat jaringan komunikasi masyarakat dengan menggratiskan internet minimal internet murah. Sehingga masyarakat dapat mengakses informasi secara masif dan pesan-pesan pemerintah dapat tersampaikan lebih luas.

Semoga tulisan sedikit ini memberikan pencerahan bagi para guru yang sedang berjibaku menjadi guru online dan guru dirumah. Sehingga kita bisa lebih arif lagi dalam memberikan tugas belajar bagi siswa. Hal terpenting yang perlu diingat guru adalah ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan sekedar belajar online.[]

Bengkulu, 27.03.20

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *