terangbenderang

Aku dan Kaur, Pelestarian Alam dan Upaya Pengembangan Potensi Olahan Lokal Oleh Mahasiswa UGM

Admin
16 August 2019

Berandang-Kaur. Kuliah Kerja Nyata, Pembelajaran pemberdayaan Masyarakat dari Universitas Gajah Mada (KKN PPM UGM). bersama Pemerintah Daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaur serta Komunitas Selam LDC (Laskar Diving Club) menyelenggaran kegiatan bertema, “Pelestarian Alam Laut, Berupa Penanaman Terumbu Karang.”

Kegiata pelestarian alam laut Linau, di bantu oleh Anggota Kompi B Brimob dan TNI AL, Dengan diramaikan oleh warga Desa Linau, Kecamatan Maje Kabupaten kaur.

Salah satu mahasiswa KKN, Meylani Putri (Kehutanan UGM 2016) yang mewakili seluruh mahasiswa KKN PPM UGM menerangkan, kegiatan Aku dan Kaur kemarin. Peserta KKN PPM UGM beserta tim selam LDC Warga Desa Seta Anggota Brimob, saling bahu membahu mengangkat rak-rak yang akan dijadikan sebagai tempat penanaman terumbu karang di 8 titik yang ada di Pantai Linau.

“Berkaitan dengan akan berakhirnya masa KKN kami di Kaur, kami tentu ingin meninggalkan sesuatu yang baik dan tentunya bermanfaat. Program terumbu karang ini salah satunya.” Ungkap Meylani Putri selaku project officer program penanaman terumbu karang, sambil meneteskan air mata haru.

Pesan lain bagi seluruh peserta KKN, yang disampaikan oleh tim LDC, bahwa seyogyanya kebermanfaatan kegiatan KKN mahasiswa tak putus setelah mahasiswa itu pulang, namun dapat terus berlanjut. Seperti halnya kegiatan mini riset pengolahan sampah menjadi aspal dan bensin yang dilakukan oleh Ilham Satria (Ilmu Kimia UGM 2016) dapat dikembangkan selanjutnya oleh warga tentu dengan dukungan pemerintah setempat.

Tak hanya itu, namun acara yang diberi tajuk ‘Aku dan Kaur’ ini juga bersamaan dengan softlaunching produk olahan lokal yang diberi nama Kulinaw (Kuliner Linau dan Wayhawang) dengan bahan gurita dan ikan tongkol. Ika Nursanti dan Safhira Nurhidayati (Perikanan UGM 2016) adalah mahasiswa yang memiliki program diversifikasi produk olahan hasil perikanan di KKN PPM di Maje ini. Melihat Kaur yang merupakan kabupaten yang memiliki produksi gurita namun belum banyak varian olahan gurita lahirlah ide olahan ini. Kulinaw bisa menjadi salah satu pilihan olahan yang nanti dikembangan oleh warga Kaur.

Selesainya kegiatan penanaman terumbu karang, softlaunching kuliner olahan lokal Kulinaw, serta demonstrasi singkat pengolahan sampah menjadi bensin dan aspal oleh mahasiswa KKN PPM UGM 2019. menandai berakhirnya serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh unit KKN PPM tersebut.
*(MD/Isti’anatul Muflihah (Fakultas Farmasi UGM 2016)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *