terangbenderang

Polisi Tetapkan Enam Tersangka Pelaku Ricuh Rapat Pleno di Empat Lawang

Admin
12 May 2019

Berandang-Empat Lawang. Setelah melakukan pengusutan, Polisi tetapkan tersangka enam orang pelaku kericuhan saat rapat Pleno di Kabupaten Empat Lawang, Sumsel. Pelaku melakukan keributan saat digelarnya rapat pleno di Gedung DPRD Tebing Tinggi Empat Lawang, Selasa (7/5). Enam tersangka dalam kasus tersebut kini ditahan di Polres Muara Enim.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnaen saat dimintai keterangan di KPU Sumsel jumat (10/05/2019) mengungkapkan, “Enam orang pelaku kericuhan sudah ditetapkan tersangka. Pelaku melakukan kericuhan atas suruhan Calegnya. Saat ini Calegnya sedang melarikan diri ke Lampung dan sedang dilakukan pengejaran”. Terang Kapolda.

Menurut Kapolda, pelaku kericuhan akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan bersama-sama dimuka umum dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Kapolda juga memastikan kericuhan di Empat Lawang belum masuk ke Sentra Gakkumdu.

“Tetapi kami pastikan, bila nanti sudah di Sentra Gakumdu jika sudah ada pidananya, jika merubah suara ada pidananya kami akan proses, tapi sepemahaman saya juga mungkin dari Bawaslu juga akan merekomendasikan ke DKPP setahu saya untuk penyelenggara yang melakukan perbuatan yang tidak terpuji di DKPP diputus biasanya tidak boleh seumur hidup dia menjadi penyelenggara pemilu seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Sedangkan anggota Bawaslu Sumsel Junaidi menilai kalau penggelembungan suara di Empat Lawang masuk ke ranah pidana.

“Merubah angka-angka itu pidana, penggelembungan itu terjadi karena hampir seluruh tingkatan di Empat Lawang ,” katanya.

Sebelumnya rapat pleno rekapitulasi suara pemilu 2019 oleh KPU Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan diwarnai kericuhan dan bentrok antara massa pendukung calon legislatif dengan aparat kepolisian, Selasa (7/5).

Massa pendukung yang tidak puas dengan hasil rapat pleno dan menuntut adanya penghitungan suara ulang. *(San)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *