terangbenderang

Aset-aset Peninggalan Sejarah Masih Terbengkalai Menjadi Perhatian Bagi Fraksi Golkar

Admin
27 November 2018

Berandang-Bengkulu. Sejarah dan masa lampau merupakan suatu yang harus dijaga kelestariannya. Untuk itu, Fraksi Golongan Berkarya (Golkar) menyarankan aset-aset yang terbengkalai  diperuntukan dengan semestinya.

Salah satunya aset terbengkalai keberadaanya. Ialah pasar Barukoto pasar tertua di bumi rafflesia hingga sekarang kondisi bangunannya sangat memprihatinkan.

Bila pasar Barukoto diperhatikan.  Maka akan mendatangkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Bengkulu.

Hal ini ditanggapi, pada Rapat Paripurna DPRD Kota dengan agenda Jawaban Walikota Bengkulu terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terkait Raperda APBD 2019, Selasa (27/11).

Jawaban Walikota Bengkulu disampaikan langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Muhammad Husni.

“Terkait dengan aset yang masih terbengkalai dan tidak diperhatikan peruntukannya. Secara bertahap akan dimanfaatkan dan di fungsikan oleh Pemkot,” ucapnya.

Lanjutnya, “Kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota DPRD yang telah begitu antusias membahas raperda tentang APBD 2019.”

 Dengan saran dan masukan dewan rancangan APBD 2019 dapat disempurnakan. “Pemandangan umum fraksi-fraksi ini akan menjadi acuan dalam pelaksaan roda pembangunan ke depannya,” jelas Husni.

Dalam jawaban ini, Husni mengapresiasi persetujuan legislatif akan rencana Pemkot melakukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (persero). Pasalnya, mayoritas fraksi di DPRD mendukung rencana pinjaman ini.

“Terkait pinjaman ke PT SMI, kami apresiasi Fraksi NasDem yang menyatakan setuju. Kami akan memperhatikan beberapa catatan yang disampaikan,” jelasnya.

Ucapan yang sama Husni sampaikan pada Fraksi Gerindra yang mendukung rancangan APBD 2019 dan rencana pinjaman ke PT SMI. Dengan syarat dalam peminjaman tidak bertentangan dengan perundangan.

Husni menyampaikan untuk fraksi Hanura juga menyatakan setuju. Dengan syarat pinjaman SMI harus diperuntukkan pada proyek yang akan dilakukan harus masuk dalam RPJMD 2018-2023 dan berdampak pada perekonomian daerah.

Dalam kesempatan itu, Husni juga menyambut baik masukan dari Fraksi PAN yang meminta agar Pemkot melanjutkan program dana samisake untuk kepentingan masyarakat Kota Bengkulu.

“Kami juga setuju dengan masukan PAN yang meminta ada penyertaan modal untuk BPRS dan PDAM,” jelasnya. *(MC Kota/Ahm)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *