terangbenderang

Kisah Nenek Bidar Pemakan Bunga Bangkai

Admin
7 October 2018

Berandang-Bengkulu Utara. Bidar seorang nenek yang tinggal di desa Tebing Kandang, kecamatan Air Napal, Bengkulu Utara. Ia sengaja menanam bunga bangkai. Saat bunga itu mekar, tumbuhan tersebut mengeluarkan bau tak sedap. Namun umbinya diambil untuk dimakan.

Tumbuhan tersebut sengaja ditanam dibelakang rumahnya. Besar bunganya berukuran sekitar 40 centimeter. Warnanya agak kemerah-merahan dan pangkal batangnya berwarna hijau.

Sebagian masyarakat setempat menyebutnya bunga kibut. Tumbuhan ini dari jenis talas-talasan (Araceaf) endemik dari sumatra. Namun sebagian masyarakat Bengkulu menyebutnya sebagai bunga bangkai.

Namun, tak penting bagi nenek Bidar apapun sebutan tumbuhannya, yang penting umbinya sedap dijadikan gulai makanan.

Saat didatangi awak media berandang.com, minggu, (07/10) nenek Bidar mengaku sudah lama menanam bunga bangkai tersebut. Namun baru kali ini tumbuhan tersebut mengembang menjadi bunga.

“Saya sudah lama menanam tumbuhan ini, namun baru kali ini berkembang menjadi bunga” tutur nenek Bidar.

Bidar menceritakan seperti apa rasa umbi bunga bangkai tersebut, “Umbinya sama dengan umbi keladi, di masak dengan cara di santan atau juga di sambal. Rasanya sama dengan rasa kentang”. Tutup nenek Bidar. *(Shf)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *