terangbenderang

Jangan Kotori Bumi Rafflesia dengan Perbuatan Maksiat

Admin
10 December 2018

Berandang-Bengkulu. Mewujudkan Kota Bengkulu religius bukanlah hal yang mudah. Melainkan perlu kerja keras dan kesadaran pada masyarakat itu sendiri.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tidak main-main bahkan menjadi keseriusan nyata untuk menghancurkan tempat di anggap praktek prostitusi.

“Sudah bertahun-tahun kita nyatakan perang dengan maksiat tapi baru sekarang berani menghancurkan tempatnya,” kata Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi belum lama ini.

Sangat serius perangi maksiat merajalela. Wawali memanggil seluruh Camat dan Lurah se Kota Bengkulu. Rapat Koordinasi ini berlangsung di ruang rapat Hidayah Kantor Walikota Bengkulu pada Jum’at (7/12) lalu.

Wawali, menginstruksikan agar Camat dan Lurah kembali mengaktifkan kegiatan-kegiatan pemuda dan remaja di lingkungan masyarakat.

“Hidupkan lagi RISMA (Remaja Islam Masjid) dan Karang Taruna,” katanya. Hal ini dilakukan sebagai tindakan preventif agar remaja dan pemuda tidak ke arah maksiat.

Selain remaja dan pemuda, ia juga mengajak untuk seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat agar lebih peduli dan proaktif berperang terhadap maksiat.

Terutama para Camat dan Lurah serta ASN (Aparatur Sipil Negara) dilingkup Pemkot menjadi garda terdepan perang terhadap maksiat.

“Jangan ada yang main-main ini sangat serius,” tegasnya.

Realisasi pembentukan RISMA dan Karang Taruna di deadline hingga akhir tahun 2018.

“RISMA harus terbentuk di masing-masing masjid yang ada di Kota Bengkulu hingga 31 Desember nanti,” tutupnya.

Sementara itu menurut Kepala Bagian Bina Kesejahteraan Sosial Sekretariat Kota Bengkulu Karnadi, Masjid yang terdata di kota Bengkulu sebanyak 481 unit.

“RISMA yang dibentuk sesuai dengan jumlah masjid yang terdata itu, sedangkan Karang Taruna berdasarkan jumlah kelurahan,” demikian Karnadi.

Selain Camat dan Lurah, Beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah juga hadir untuk mensinergikan kegiatan perangi maksiat tersebut. *(MC Kota/Ahm)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *