by

Momong Sambil Bantu Memasak di Dapur Lapangan Satgas TMMD Reguler Brebes

-TMMD-10 views

Brebes – Ialah Diana (37), warga Dusun Karanganyar RT. 02 RW. 01, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang nekad membantu menyiapkan makanan dan minuman, di dapur lapangan Satgas TMMD Reguler 109 Brebes, tempat pemusatan tinggal Satgas TMMD, di Lapangan Sepakbola Kalinusu, sambil mengasuh anaknya.

“Tidak apa-apa harus sambil momong anak, yang terpenting saya bisa ikut membantu pelaksanaan TMMD,” ujarnya, Jumat (2/10/2020).

Menurutnya, itu dilakukannya karena merasa terbantu adanya jalan yang saat ini tengah dibangun dari ujung dusunnya menuju dusun tetangganya, Dusun Kedung Kandri, Desa Kalinusu, sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter itu.

Diana mengaku, jalan yang membentang di areal persawahan warga itu, sangat besar artinya bagi dirinya, seluruh warga Kalinusu, dan para pemilik lahan persawahan dari desa/kecamatan tetangga, yakni Bantarkawung.

Pasalnya, jika jalan kelak sudah jadi, mereka akan sangat mudah untuk pergi ke sawah dengan sepeda kayuh atau sepeda motor, dimana kondisi sebelumnya adalah jalan setapak, pematang sawah, dan areal persawahan dengan terputus 4 sungai kecil.

“Jalan yang saat ini tengah dirampungkan itu, sangat berharga nilainya untuk para petani, karena akan memudahkan dan memurahkan ongkos angkut panen,” tegas petani itu.

Untuk diketahui, warga Dusun Kedung Kandri yang saat ini sudah mempunyai akses jalan ke desanya berkat jalan TMMD itu, 100 KK disana sebelumnya harus menyeberangi Kali Pemali dengan perahu guna mendapatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ke pasar terdekat yang ada di wilayah kecamatan tetangganya, yaitu Kecamatan Bantarkawung.

Mereka harus membayar jasa penyeberangan seribu rupiah per kepala, Rp. 2 ribu/sepeda dan Rp. 5 ribu/unit sepeda motor.

Selain itu, saat akan ke Kantor Balai Desa Kalinusu, setelah menyeberang rakit, mereka harus melanjutkan perjalanan darat sejauh 8 kilometer (45 menit lebih), dengan melewati sejumlah desa di wilayah kecamatan tetangganya itu, kemudian ke wilayah Kecamatan Bumiayu, hingga akhirnya tiba di tujuannya itu.

Sedangkan jika Kali Pemali banjir beberapa hari, selama itu pula mereka benar-benar terisolasi, atau bahasa umumnya adalah tak bisa kemana-mana. (Dar/Aan)

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed