terangbenderang

Panen Perdana Perkebunan Serai Wangi Kota Lubuklinggau

Admin
26 March 2019

Berandang-Lubuklinggau. Walikota Lubuklinggau  H. SN. Prana Putra Sohe bersama unsur Muspida panen perdana serai wangi PT Nansuko Linggau Bisa di Jalan Lingkar Utara, Senin,25-03-2019.

Panen perdana perkebunan serai wangi ini diikuti oleh Ketua TP PKK Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana, Ketua GOW, Hj. Sri Sulaiman, Kajari, Hj. Zairida, Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, Dandim 0406 Letkol Inf.M Aan Setiawan, Ketua DPRD Lubuklinggau Rodi Wijaya, Anggota DPRD Hendi Budiono, Kepala OPD ,Camat dan Lurah.

Para pejabat dan tamu yang hadir dalam panen perdana ini juga diajak ke pabrik penyulingan yang berada tak jauh dari perkebunan dan diberi parfum serai wangi secara gratis serta diperbolehkan mengambil minyak serai wangi hasil penyulingan.

Manager PT Nansuko Linggau Bisa, Karim Antoni mengatakan saat ini luas lahan perkebunan sekitar 48 hektare, namun yang ditanami dengan serai wangi sekitar 40 hektare. Dan yang tak kalah penting adalah lahan 48 hektare tersebut bukan milik walikota melainkan milik masyarakat.

“Dengan adanya kebun serai ini tentunya bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat, dan membuka harapan baru bagi petani yang mau menanam serai wangi,” ujarnya.

Dilanjutkannya, PT Nansuko Linggau Bisa juga telah menyiapkan pabrik penyulingan minyak serai wangi,sehingga hasil panen langsung bisa diproduksi tanpa bingung kemana akan melempar hasil panen serai.

“Jadi kedepan ini, kita sudah ada kerjasama dengan 13 orang petani untuk menanam serai wangi, nanti hasil panennya kita yang akan beli. Direktur PT Nansuko Linggau Bisa, Rahman Jaya bahwa kedepan perkebunan serai wangi ini akan didaftarkan sebagai kebun organik ke Belanda untuk mendapatkan sertifikat dan juga akan didaftarkan sebagai kebun pembibitan. Kalau sudah terdaftar sebagai kebun pembibitan artinya kita akan mensuplai bibit-bibit serai wangi yang unggul dan hasilnya bagus”. Ujar Karim

H.SN Prana Putra Sohe juga menyampaikan bahwa,PT Nansuko Linggau Bisa yang posisi komisarisnya diisi oleh istrinya Hj. Yetti Oktarina Prana, berkebun serai wangi diatas lahan milik warga seluas 48 hektare. Jadi jangan salah, ini bukan tanah saya, ada beberapa orang yang punya tanah ini, karena saya khawatir nanti orang berfikirnya beda,” ungkap Nanan.

Nanan  juga berharap perkebunan serai wangi yang ia juga ikut menggarapnya saat dirinya tiga bulan tidak ada pekerjaan dari selesai Pilkada sampai pelantikan, kedepan dapat berkembang lebih baik dan memberikan dampak positif bagi ekonomi.

“Kita maukan masyarakat menanam serai wangi, nanti daunnya mereka jual kesini harganya kisaran Rp 700 perkilo, jadi tidak usah bingung-bingung jualnya kemana terus tidak usah mikirin nyuling dan lain sebagainya,” Tutupnya. *(MJP)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *