terangbenderang

Kades Muara Lintang Baru Sulap Limbah Sampah Jadi Pupuk

Admin
10 October 2018

Berandang-Empat Lawang. Mahalnya harga pupuk kimia membuat kepala desa (Kades) Muara Lintang Baru kecamatan Pendodo Barat, Empat Lawang, berpikir keras untuk meringankan beban produksi pertanian warga desanya. Akhirnya ia mengolah sampah menjadi pupuk organik.

Lutpan Budi Purnomo, A.M.Kep selaku kades menyulap sampah-sampah bekas menjadi pupuk. Bermodalkan mesin pengolah, ia mampu menghasilkan pupuk organik dengan hasil tak kalah dengan pupuk kimia.

Tak heran, Lutpan pun menyabet penghargaan dari Kementerian Desa Transmigrasi dan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT). Tak sudah disitu, atas kerja kerasnya dalam menciptakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ia pun meraih penghargaan dari Departemen Keuangan.

“Alhamdulilah, hasil dari kreatifitas kita, pemerintah memberikan penghargaan melalui Kemendes PDTT dan Departemen Keuangan” ungkap Lutpan yang hampir empat tahun menjabat selaku kepala desa Muara Lintang baru.

Ia (Kades Lutpan) menceritakan, ilmu pengolahan limbah sampah menjadi pupuk didapatnya hasil study banding di Bandung pada tahun 2016 yang lalu. bahan bakunya dari plastik, daun-daunan dan sayuran busuk yang tidak berguna. Proses penetrasi membutuhkan waktu hingga satu bulan. Setelah diolah, pupuk menjadi bubuk atau tanah. Untuk mesin dengan kebutuhan minyak 5 liter, produksi pupuk organik mampu menghasilkan 200 – 250 Kg, ungkapnya.

Masih menurut Lutpan, manfaat dari pupuk organik ini mampu meningkatkan hasil produksi petani. Untuk sekarung berisikan 10 Kg, hanya bermodalkan 10 ribu. Ini jauh lebih murah ketimbang pupuk kimia. Jelasnya di depan awak media.

Anton salah satu pengguna pupuk organik ini membeberkan terstimoninya. Menurut Anton, bila menggunakan pupuk organik ini, daun dan batang tanaman lebih bagus dan subur. Dampak lingkungan jadi bersih, karena sampah-sampah jadi berguna. Tak kalah penting Imbuhnya, selain lebih murah, Bumdes mengenai pupuk organik ini mengurangi pengangguran dan meningkatkan lapangan kerja.

“Daun dan batang lebih bagus dan subur. Lingkungan jadi bersih, karena sampah dimanfaatkan untuk bahan pupuk dan diolah”. jelas Anton. *(Sn/MM)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *