terangbenderang

Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri Siap Gemparkan Bumi Rafflesia

Admin
22 October 2018

Berandang-Bengkulu. Memperingati hari pahlawan tanggal 10 November mendatang Pemerintah Kota (Pemkot) siap gemparkan bumi rafflesia dengan doa 10 juta umat untuk negeri agar terciptanya Bengkulu damai, aman, tentram tanpa ada perbuatan maksiat.

Doa 10 juta umat untuk negeri  sebagai bentuk kepedulian musibah bencana alam gempa dan stunami melanda Provinsi Palu dan sekitarnya sebab sekarang mereka sedang berjuang untuk bangkit dari keterpurukan. Walikota Bengkulu Helmi Hasan juga menghimbau ini sebagai bentuk kewaspadaan pada masyarakat Bengkulu karena masih banyaknya perbuatan maksiat terjadi. Untuk itu, ia menindaktegas jika ada warung remang-remang ilegal masih beroperasi.

Saat meminta konfimasi terkait hal tersebut, Helmi mengatakan pada pewarta doa 10 juta umat untuk negeri persiapannya sudah hampir 50% berjalan dan siapa saja yang hadir nanti untuk di konfimasi lebih lanjut serta perwakilan dari lima agama, rumah ibadah dan lain-lain.

“Kita berdoa agar tidak terjadi kemaksiatan tentu harus dimusnahkan. Karena itu, wakil walikota Dedy Wahyudi sudah mendapatkan wewenang untuk memperingatkan tempat-tempat di kawasan pantai panjang apalagi sampai melegalkan prostitusi akan kita tindak dengan tegas,” ujarnya Helmi pada pewarta, Senin (22/10).

Lanjut dikatakan Helmi, menurutnya tidak ada toleransi hal seperti itu undang-undang pun sudah melarang dengan tegas apalagi ia mendapat kabar masyarakat mulai resah beberapa tempat melegalkan prostitusi.

“Malu kita nanti 10 juta umat datang kesini tapi suasana yang tidak baik apalagi pemuka agama dan pihak keamanan juga turut membantu mensukseskannya,” katanya.

Untuk diketahui, dalam berapa hari mendatang akan tau persiapannya sudah sebatas mana agar Kota Bengkulu terkenal dengan kota religius serta memberikan pelayanan maksimal pada tamu-tamunya nanti. (Ahm)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *