terangbenderang

348 Desa Zona Merah, Polda Lakukan Latihan Gabungan Kesiap Siagaan

Admin
15 May 2018

Berandang-Bengkulu. Latihan Kontijensi Aman Nusa II penanggulangan bencana alam Polda Bengkulu Tahun 2018 “Melalui sinergitas Polri, TNI, Pemda, BPBD, Basarnas dan PMI kita tingkatkan penanganan bencana secara profesional dan proporsional” menggelar Latihan Bersama dalam Penanggulangan Bencana Alam Polda Bengkulu di Wisata Lentera Merah Pulau Baai Bengkulu pada Selasa Pagi (15/05).

Acara ini dihadiri Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Soemarno, Kepala Stasiun Klimatologi Kukuh Rihbudiyanto, Danrem 041 Gamas, Perwakilan DVI Indonesia, Basarnas Bengkulu, PMI Bengkulu serta OPD Provinsi Bengkulu.

Dalam simulasi ini terlihat personil dengan sigap menyelamatkan korban saat banjir, nelayan yang diterjang ombak. Korban mulai dievakuasi oleh pihak Basarnas, TNI AL, BPBD  saat berada dilaut menuju darat dan ditangani secara cepat di darat oleh pihak tim medis hingga ketanggapan pasukan dalam mengevakuasi Korban ke Rumah Sakit terdekat.

Dalam latihan ini diikuti sekitar 300 Personil dari Polda dan Jajaran, PMI , DVI, Basarnas, TNI AL dan AD. Dalam latihan ini pasukan dilatih melakukan evakuasi melalui perairan menggunakan perahu karet serta penanggulangan secara cepat korban bencana alam.

Dalam sambutan saat Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung mengatakan kegiatan ini dilakukan atas dasar bahwa Bengkulu merupakan daerah kawasan pesisir pantai, yang rawan bencana tsunami.

“348 desa berada pada zona merah. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan kesadaran serta partisipasi dan dukungan dalam upaya penanganan bencana tsunami, baik itu pra bencana, saat bencana dan pasca bencana” ujar Kapolda.

“Hari ini penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab Pemerintah dan Pemda yang merupakan seluruh unsur masyarakat. Penanganan bencana termasuk proses dinamis yang tergabung dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas yang mencakup pencegahan, integrasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, evakuasi, serta pembangunan kembali” ungkap Brigjen Pol Coki Manurung.

“Sehingga dalam hal ini untuk mengantisipasi terjadinya bencana berbagai tindakan yang dilakukan seperti membentuk sistem peringatan dini, identifikasi kebutuhan dari sumber-sumber yang tersedia, peningkatan anggaran dan alternatif” tambah Kapolda Bengkulu.

Dalam penuturannya saat di wawancara Kapolda Bengkulu menjelaskan, Latihan tersebut digelar untuk menguatkan sinergitas antar instansi terkait guna mengetahui kesiapan pasukan masing-masing.

“Latihan ini digelar untuk menguatkan sinergitas kita dari BPBD Provinsi Bengkulu, Basarnas, DVI, PMI, TNI AL dan AD. Nanti dari latihan ini kita dapat menarik kesimpulan apa saja yang kurang nantinya untuk siaga kita menghadapi bencana alam. Kendala dalam sigap bencana ini yaitu jarak yang di tempuh jauh” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu Soemarno menjelaskan, kesimpulan dari latihan ini nantinya kekurangan yang menunjang dalam penanggulangan akan disampaikan kepada Plt Gubernur Bengkulu.

“Latihan ini kita gelar kesiapan pasukan tiap instansi terkait, nanti apa yang menjadi kekurangan dalam siaga kita menanggulangi bencana kita laporkan ke Plt Gubernur Bengkulu apa itu seperti peralatan, nanti supaya nantinya bisa dipenuhi maupun dilengkapi” ungkapnya. (NM)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *