terangbenderang

Tipu 655 Juta, Cewek Asal Bengkulu di Ciduk Polda Sulsel

Admin
6 January 2019

Berandang-Makassar. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulawesi Selatan saat ini terus memburu warga negara asing (WNA) asal Nigeria bernama Chiko. WNA ini diduga sebagai otak dari jaringan penipuan internasional yang marak terjadi di dunia maya (on-line).

“Saat ini Chiko telah ditetapkan sebagai daftar percarian orang (DPO) oleh Polda Sulsel karena berperan sebagai otak penipuan online jaringan internasional,” ungkap Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, di Makassar, Sabtu (5/1/2019).

Dari hasil pengungkapan, polisi telah mengamankan salah satu anggota dari jaringan Chiko yakni Hanni Armita (35) warga asal Bengkulu yang dibekuk di sebuah apartemen di Jakarta pada Kamis (20/12/2018) lalu.

Dicky mengungkapkan, bahwa kasus penipuan itu bermula saat korban memberikan laporan penipuan di Polda Sulsel beberapa waktu lalu.

Korban yang bernama Martinus Musu warga Toraja itu membawa laporannya ke Polda Sulsel dan mengaku dijanjikan investasi berbentuk uang tunai sebesar Rp.2 miliar dengan syarat harus terlebih dahulu mentransfer sejumlah uang ke pelaku.

Selain itu, untuk mendapatkan dana tersebut, korban juga diminta menanggung biaya pajak agar uang investasi yang dijanjikan tersebut bisa masuk ke Indonesia untuk kemudian dikirim ke rekening korban.

Saat korban terperdaya, lanjut Dikcy, salah satu dari pelaku, Hanni Arnita bertugas menghubungi korban untuk meminta uang pajak dari korban dan disetor ke sejumlah rekening milik pelaku.

“Korban lalu mengirim uang itu, sekian ratus juta untuk melunasi dulu pajaknya. Dimintai terus sehingga tidak menyadari bahwa jumlah uang yang dikirim sudah mencapai Rp.655 juta,” imbuhnya.

“Polisi saat ini masih menyelidiki kasus ini lebih jauh untuk mengungkap secara mendalam kasus ini, termasuk mengejar pelaku Chiko,” katanya.

Dicky menambahkan, dari hasil pengungkapan Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Pol Umar Septono mengapresiasi kinerja personilnya, “karena berhasil mengungkap kasus penipuan jaringan internasional,” pungkasnya.

Kini tersangka, Hanni Arnita harus mempertanggungjawabkan Perbuatannya dengan pasal 28 ayat (1) jo Pasal 36 jo pasal 51 ayat (2) dan atau pasal 35 jo pasal 51 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 thn 2008 ttg ITE jo psl 55 KUHP.

*(Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *