terangbenderang

Polres Kaur Titipkan Dua Alat Berat di PT. Rusan Sejahtera

Admin
19 May 2018

Berandang-Kaur. Maraknya galian pasir besi ilegal di Kabupaten Kaur resahkan warga. Hal ini terjadi di Desa Pasar Baru Kecamatan Nasal beberapa waktu yang lalu. Polres Kaur sempat mengamankan dua unit alat berat (13/04/2018) saat sedang melakukan aktivitas penambangan. Namun dalam hitungan jam, alat berat tersebut kembali dilepas. Mempertanyakan hal tersebut, Kapolres Kaur AKBP Sisman Adi Pranoto, S.IK membenarkan hal tersebut. Menurutnya, alat berat tersebut dilepas lantaran adanya mis communication (kesalahpahaman).

Aktivitas penambangan pasir besi

Usai dilepas, Sabtu (14/04) alat berat tersebut kembali beroperasi. Tampak armada dum-truck sedang memuat pasir besi dilokasi penambangan. Dari pantauan tim investigasi, lahan galian tersebut berada diatas lahan persawahan warga yang masih produktif.

Namun, pada hari jum’at (04/05/2018) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kabupaten Kaur AKP Enggarsah Alimbaldi, SH, S.IK serta Kanit Tipidter IPDA Cahaya, didampingi Polsek Nasal IPTU Yana Rohyana kembali menangkap dua alat berat di Dusun Suka Mulya desa Pasar Baru Kecamatan Nasal. Semua kendaraan operasional galian diamankan di mapolres Kaur.

Diketahui, satu unit alat berat tersebut milik saudara Hamid dari perusahaan PT. Rusan Sejahtera dan satu unit lagi di sewa Hamid dari Bengkulu. Selain alat berat, polisi juga mengamankan satu unit mobil dump-truck merk Hino warna merah. Dumpt-truck yang diamankan dalam keadaan berisi pasir besi.

Senin (14/05) pewarta melakukan konfirmasi diruang kerja Kapolres Sisman Adi Pranoto, sekira pukul 11.49 wib. Menurut Sisman, atas permintaan pemilik alat, barang-barang tersebut saat ini tidak lagi di Polres Kaur. Mereka mengajukan surat pengajuan pinjam pakai. Alat-alat tersebut dititipkan di PT. Rusan Sejahtera. Ia menghawatirkan alat-alat tersebut rusak. Karena alat tersebut kepanasan dihalaman Mapolres Kaur. Sisman juga menilai, halaman Mapolres Kaur tidak cukup luas untuk menampung alat-alat tersebut.

Kapolres pun memastikan kasus tersebut tetap berlanjut, ia juga mengarahkan untuk informasi lebih detail agar konfirmasi dengan Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim Polres Kaur AKP Enggarsah Alimbaldi, SH, S.IK saat ditemui diruang kerjanya senin (14/05) sekira pukul 13.02 wib menjelaskan, alat berat milik PT. Rusan Sejahtera ditangkap karena diduga melakukan penambangan tanpa izin. Penanggung jawab dari penambangan tersebut saudara Erlan. Saat ini, alat berat tersebut dipinjampakai oleh PT. Rusan atas permintaan Kapolres atas dasar permohonan pemilik alat. Alat berat tersebut tak lagi di Police line. Persoalan alat tersebut mau operasi atau tidak, pihak polres menyerahkan sepenuhnya. Namun, menurut Enggarsah, alat berat tersebut tak dibolehkan lagi menambang dilokasi tempat diamankan.

Untuk diketahui, Pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pasal 158 menyebutkan; setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 18, Pasal 67 ayat (I), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). **MD**

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *