terangbenderang

Perkembangan Rencana KEK Pulau Baai, Gerbang Perekonomian Bengkulu

Admin
16 November 2018

Berandang-Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus Pulau Baai. Ini diyakini dapat menjadi daya ungkit ekonomi yang signifikan. Konsep pelabuhan yang terintegrasi dengan KEK, diharapkan mampu meningkatkan neraca ekspor dan hilirisasi industri untuk komoditas unggulan Bengkulu.

“Pelindo yang mengusulkan, tentunya dengan dukungan pemerintah daerah. Kini usulan sedang berproses di Kemenko Perekonomian,” terang general manager Pelindo II Bengkulu, Hambar

Sebagai upaya mewujudkan KEK agar disetujui dan ditetapkan, lanjut Hambar, ada beberapa hal yang kini dilakukan bersama pemerintah. Seperti status lahan yang diusulkan, harus clean and clear dan tak bermasalah.

“Beberapa waktu lalu Menteri ATR BPN Sofyan Djalil hadir di Bengkulu, kita koordinasikan soal sertifikasi lahan untuk rakyat serta lahan yang memerlukan relokasi. Semangatnya sama, baik Pemprov maupun Pemkot Bengkulu cita-citanya KEK Pulau Baai bisa terwujud,” tuturnya.

Integrated Port, Didukung Infrastruktur Strategis

KEK Pulau Baai menjadi pusat investasi yang menjanjikan. Pasalnya, pelabuhan yang terintegrasi dengan KEK juga didukung dengan infrastruktur strategis yakni tol, jalur kereta api, serta pelabuhan udara.

“Lho itu tol pintunya dekat Pulau Baai, rel kereta juga stasiunnya di situ. Bandara kita juga terus didorong agar dikelola Angkasa Pura. Harapannya menjadi Bandara Internasional,” papar Kepala dinas perhubungan Provinsi Bengkulu, Budi Jatmiko.

Tol, terang Budi, merupakan Proyek Strategis Nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden. Saat ini tahapan menetapan trase sudah dilakukan. Diperkirakan, tahun depan tahapan pembangunannya akan dimulai. Tol ini akan menghubungkan Bengkulu dengan Sumsel melalui Lubuk Linggau.

Genjot Industri Hilir dan Neraca Ekspor

KEK Pulau Baai diharapkan meningkatkan produksi komoditas dan industri hilir. Pengolahan komoditas Bengkulu seperti sawit, karet, batu bara di Bengkulu dipercaya mampu memberikan ‘value edit’ yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Kalau pabrik pengolahan komoditas dilakukan di Bengkulu, kita yakin ada nilai tambah dari situ. Sekarang komoditas Bengkulu belum keluar dari gerbang Bengkulu. Pemerintah terus menggiring ini supaya ekspor kita naik neracanya,” kata Kepala Dinas Peinduatrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Lierwan.

Tak hanya komoditas pertanian dan tambang, Bengkulu juga miliki potensi maritim yang jumlahnya cukup besar dan kapasitasnya mampu untuk ekspor. Ketika hasil laut bisa diolah menjadi produk turunan, maka hasil yang diterima juga akan meningkat. “Apalagi kalu di ekspor,” tutup Lierwan.

Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Jalil didampingi Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat kunjungi kampung Bahari
Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Jalil didampingi Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat kunjungi kampung Bahari
Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Jalil didampingi Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat kunjungi kampung Bahari

(Adv/ET)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *